Negara Dan Ideologi



Negara dan Ideologi bersifat komplementer, artinya hubungan keduanya sangat erat dan saling mengkualifikasi atau salingmelengkapi/mengisi. Secara Ontologis argumentasi keduanya berbasis pada konsep tentang manusia. Negara adalah konsep politik tentang manusia dan sebenarnya disini Negara dengan sendirinya adalah ideologi juga.
Sebuah ideologi memberikan legitimasi bagi berdirinya sebuah Negara, sebab sebuah Negara didirikan atas konsep-konsep sistematis yang di anut manusia yaitu berupa konsep yang mengandung nilai-nilai perdamaian, kesejahteraan, keamanan dan kebahagiaan bagi komunitas manusia secara kolektif atau individual. Memahami ideologi yang sekaligus menggambarkan cita-cita Negara bersangkutan maka sering kali ideology identik dengan cita-cita dan tujuan Negara tersebut. Sebuah Negara memang secara hakiki didirikan atas landasan ideologi sehingga ideology harus di dukung oleh kekuasaan Negara, dalam arti Negara menganutnya dan mendasarkan seluruh aktivitas kebijakannya sesungguhnya harus di dukung kekuasaan Negara sebagai pemaksa sehingga seluruh rakyat menganutnya juga. Di Indonesia ideology Pancasila menjadi ideology Negara dalam mengatur hubungan warga Negara dengan Negara sebagai sebuah institusi. Pancasila bukan satu-satunya idelogi di Indonesia, sebab partai politik pun dapat mencantumkan idelogi lain dalam program partainya asal tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.
Ideologi sebagai sebuah program abstrak yang terencana secara logis untuk mewujudkan cita-cita ideal sebuah Negara, ideology Negara harus bebas diinterprestasikan dalam bentuk yang lebih real sesuai peraturan perundangan dan sikap hidup bangsa bersangkutan. Ideologi harus diubah dari bentuk utopis ke bentuk realitas yang di Indonesia adalah masyarakat adil makmur, sejahtera lahir batin.

0

Posting Komentar

Site Info

Free PageRank Checker