Ideologi – ideologi di Dunia



a. Liberalisme – Kapitalisme
Liberalis berasal dari kata liber (latin) artinya bebas. Term ini akhirnya mengacu pada manusia yang berkrakter secara intelektual memiliki sifat independent, jujur, terus terang, berwawasan luas dan cerdas memasuki wilayah atau posisi sebagai negarawan atau politisi. Liberalisme bertujuan untuk memaksimalkan kebebasan individu melalui system demokrasi yang berdasarkan hokum, liberlisme kemudian dimengerti sebagai :
1. Sebuah tradisi politik
2. Teori filosofis umum
3. Pandangan seseorang
4. Aliran dalam filsafat politik.
Lebih jauh prinsip-prinsip liberalism dapat dilacak dalam pemikiran dan sikap para penganutnya terutama tentang keyakinan akan adanya kebebasan hakiki manusia yang relevan dengan :
1. Pemerintahan dan konstitusionalisme
2. Demokrasi perkawinan
3. Rule of the Law
4. Toleransi kehidupan
5. Multikulturalisme
6. Kebebasan sipil khususnya dalam berpendapat dan dunia pers,
7. Pasar bebas dan perdagangan bebas. (Ariyaning AK, dkk, 2006:39)
Penganut Ideologi liberal yakin bahwa kepentingan masyarakat harus dibatasi dengan masalah-masalah individu, terutama tentang seks, kesopanan, kebebasan religious serta perkembangan mental seseorang. Aliran liberalism yang menjungjung tinggi kebebasan individu justru menghendaki pembatasan kebebasan social. Sekali lagi penjaminan kebebasan individu utama menyangkut ekspresi menjadi sangat penting mengingat liberalism menolak pengukungan terhadap kebebasan seseorang. Liberalism meninggikan martabat manusia secara individual yang diorganisir dalam sebuah organisasi yang berkedaulatan rakyat dengan system pemerintahan demokratis. Pemikiran liberalism utama bersumber dari John Locke, JJ Rousseau yang dikembangkan kemudian oleh Jeremy Bentham dan John Stuart. Dalam kontek ekonomi dipengaruhi oleh pemikiran David Ricardo dan Adam Smith. Adam Smith adalah bapak kapitalisme yang mengajukan tesis bahwa manusia dapat mengatur kehidupan ekonomi mereka dengan bebas tanpa adanya Negara dan mengajukan argument bahwa suatu bangsa yang kuat adalah jika bangsa bersangkutan dimana individu-individunya bebas dan punya inisiatif sendiri di bidang ekonomi. Kapitalisme dapat dimengerti sebagai sebuah system ekonomi, dimana alat-alat produksi dan distribusi dimiliki oleh pihak swasta dan perkembangannya berdasarkan pada akumulasi dan investasi keuntungan di pasar bebas. Lebih jauh diketahui konsep Adam Smith melengkapi konsep Jonh Locke baik dalam keadilan ekonomi maupun dalam Negara penjaga malam (nacht wacker staat).
b. Marxisme – Komunisme
Marxisme adalah sebuah ideologi paling controversial dalam sejarah umat manusia dimana marxisme bertujuan mengubah dunia dari sebuah dunia penindasan ke sebuah dunia baru yang bertemakan kesamaan dan kebebasan. Marx sendiri mengalami penindasan semasa hidupnya dan menuliskan sebuah formula yang dianut oleh begitu banyak orang yang controversial di kemudian hari. Marxisme mengubah dunia dengan kecepatan luar biasa yang hanya dalam waktu kurang dari seratus tahun, marxisme berasal dari nama Karl Marx muda yang mengajukan teorinya tentang keterasingan manusia (human alienation) dan Marx tua saat ia mencapai kematangan teorinya tentang ekonomi politik dengan judul bukunya “Das Kapital” (1000 halaman). Marx menjadi seorang idolog yang di kagumi ketika partai buruh terbesar di dunia pada saat itu yaitu SPD (Sozialdemokratsch Partei Deutshland) meminta dia secara khusus membuat program untuk mereka. Sejak saat itu pemikiran Marx menjadi ideology perjuangan kaum buruh dunia.
Menurut Marx, sejarah kehidupan manusia di tentukan oleh materi kemudian muncullah apa yang di sebut hak milik atas tanah sebagai modal dalam hidup. Pada tahap ini materi merupakan alat tukar dan modal berupa tanah memunculkan kelas-kelas dalam masyarakat yaitu kelas proletar yang tidak memiliki modal (buruh) dan kaum borjuis yang memiliki modal (pengusaha). Menurutnya dalam banyak hal kedua kelas ini bertentangan dan selalu bersaing mempertahankan posisi masing-masing sehingga terjadi konflik. Pertentangan kelas memunculkan apa yang disebut Marx “Super Struktur” yaitu kesadaran baru yang disuntikan ke dalam kesadaran kaum proletar supaya mereka tidak berontak kepada kaum feudal (tuan tanah). Super struktur adalah ideology berupa agama, nilai-nilai moral, ajaran filsafat terutama adalah hukum dan negara. Sementara kau borjois mengalami pergoloakan karena perubahan pada produksi yang disebabkan lahirnya revolusi industry di Prancis, Inggris, dan Amerika. Dari sini kelas borjois berganti karakter menjadi kelas kapitalis dimana pada tahap kapitalisme ini modal yang dahulu berupa tanah, bibit, dan alat pertanian berganti dengan pabrik, mesin-mesin dan raw material. Sejak itu berkuasalah kaum kapitalis di dunia sebaliknya kaum proletar ganti karakter dari buruh tani menjadi buruh pabrik yang hakekatnya sama-sama tertindas oleh kaum kapitalis. Belakangan Marx menemukan teori barunya yang dinamai “teori sulpus” yang dapat menjelaskan darimana keuntungan kaum kapitalis akhirnya mencapai kebangkrutan dan dig anti dengan ideology lain seperti yang digagas oleh Lenin. Menurut Lenin kapitalisme sangat luwes dan pintar, bisa berkelit dengan sukses mencegah kebangkrutannya. Selanjutnya Lenin melahirkan teori imperialism yaitu konsep penjajahan yang dilakukan negara –negara kapitalis terhadap negara-negara berkembang. Kapitalis tidak bangkrut karena ia melakukan imprealisme (neokolonialisme) ke negara berkembang hingga memberikan keuntungan baginya berupa :
1. Perluasan dan penciptaan pasar baru.
2. Memperoleh sumber bahan mentah baru dan murah.
3. Memperoleh buruh dengan pembayaran upah murah.
4. Memindahkan konflik buruh kapitalis ke daerah-daerah jajahan.
(Ariyaning AK, dkk, 2006:42)
Adapun tujuan ideology liberalism, marxisme, komunisme serta kapitalisme dan imprealisme adalah antara lain untuk membangun kesadaran baru di kalangan mahasiswa agar kelak tidak mempraktekan ideology tersebut dalam menindas orang lemah apalagi merugikan negara melalui berbagai modus operasi yang sophisticated yang mengelabui masyarakat atau pemerintah dengan memanfaatkan kelemahan masyarakat itu sendiri.
(Nomensen S, 2006:18).
c. Sosial Demokrasi
Sosial demokrasi adalah sebuah ideology yang memberikan reaksi terhadap marxisme dan leberalisme. Tokoh utamanya Edward Bernstein bersama Karl Kautsky dimana mereka berperan besar dalam pergerakan kaum buruh Eropa serta bergabung dengan partai buruh terbesar di dunia saat itu yaitu partai SPD. Sebagai tokoh partai Bernstein bertugas menterjemahkan doktrin-doktrin partai ke dalam program kebijakan taktis partai dalam mengahadapi realitas politik. Namun akibat sering berurusan dengan persoalan buruh di lapangan akhirnya ia menolak sama sekali konsep Marxisme. Social democrat lahir sebagai reaksi atau perlawanan terhadap kapitalisme liberal yang mengagungkan kebebasan pribadi dan social democrat memperjuangkan kepentingan masyarakat dan memilih cara evolusi, damai dan demokrasi bukan dengan cara revolusi sebagai mana digagas Karl Marx.
d. Fasisme
Fasieme adalah sebuah ideology politik modern yang berusha member arah bagi kehidupan ekonomi, social, budaya di sebuah negara berdasarkan rasa kebangsaan yang tinggi atau sebuah identitas etnis dimana fasisme dengan sebuah karakter, structural pemerintahan dengan pemisahan masyarakat berdasarkan kualitas-kualitas superficial atau system kepercayaan. Di sini fasisme menolak demokrasi dan proses-prosesnya, sehingga ia sering dikaitkan dengan paham totalitarianlisme, fantisme dan reasisme. Kata fasis pertama kali digunakan oleh Benito Musolini, yaitu dictator Italia tahun 1919 dimana kata fascio terjemahan bebasnya adalah serikat. Selain itu makna kata fasisme diambil dari kata fasces yaitu sebuah tongkat yang terdiri dari ikatan ranting-ranting kayu yang berarti persatuan rakyat diantaranya kerajaan Romawi disertai mata kapak terikat diantaranya yang di artikan hokum bagi para penentang/pembangkang dari serikat tersebut. Secara umum sifat-sifat rezim fasis adalah :
1. Bersifat reaksiner
2. Monopoli ideology
3. Cenderung imprealis (menjajah)
4. Nasionalisme yang kuat
5. HAM bersifat kontekstual
6. Pengkambinghitaman pihak/orang tertentu
7. Supremasi militer
8. Kontrol atas masmedia
9. Obsesi paada ketahanan nasional
10. Buruh ditindas
11. Pengekangan kebebasan mimbar akademik, seni dan kreasi lainnya.
12. Merajalelanya system kroni dan neopotisme.

e. Ideologi Pancasila
Ideologi Pancasila adalah suatu gagasan pemikiran dan norma yang secara rill harus dilaksanakan dalam kehidupan berbangsa, bermasyarakat dan bernegara dengan sifat sebagai ideology terbuka, tugasnya adalah menelaah paradigm yang dipakai dalam filsafat Pancasila untuk mengubah koherensinya, menelaah konstitusi sebagai cerminan hubungan antara Negara dan idelogi Pancasila serta menelaah kebijakan Negara dan hokum positif.
Ideologi Pancasila tidak sepenuhnya condong ke liberalisme dan atau sosialisme yang komunistik dan tegas menolak fasisme.

Manifestasi Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa, pandangan hidup dimana Pancasila membutuhkan Negara dan kekuasaanya sebagai pendukung tegaknya ideology Pancasila, dimana manifestasi tadi tercermin dalam pasal-pasal UUD 1945 yang dengan demikian hubungan antara Negara RI dengan Pacasila adalah kesatuan bulat yang terintegrasi. Sedangkan dimensi Pancasila yang terbuka yaitu :

1. Dimensi idealistic yaitu dimensi nilai-nila intersubjektif yang menjadi cita-cita manusia Indonesia.
2. Dimensi Praktis yaitu dimensi pelaksanaan nilai-nilai intersubjektif yang menjadi panduan dalam hidup sehari-hari.
3. Deimensi Flexibilitas (realitas) yaitu dimensi ruang yang memberikan kemampuan sebuah ideology untuk di terjemahkan secara bebas, sehingga bersifat kontekstual dan sesuai kenyataan atau kebutuhan hidup bangsa Indonesia, masyarakat adil makmur.
Dikaitkan dengan studi kewarganegaraan, nilai-nilai Pancasila baik sebagai filsafat maupun sebagai ideology perlu dipraktekan secara eksplisit maupun implicit antara lain hormat terhadapa martabat manusia, cinta terhadap bangsa sendiri dengan semangat bela negara yang tinggi dalam mengembangkan kehidupan demokrasi atau kedaulatan rakyat dengan terus mengaktualisasikan keadilan social dan kesetiakawanan social dalam berbagai perspketif, disemua level kehidupan dan segala jaman.

0

Posting Komentar

Site Info

Free PageRank Checker