Jaman Indonesia Islam

Hubungan Dagang Makin Meluas

Rempah – rempah yang banyak dihasilkan Indonesia sebagai daerah panas banyak diperlukan oleh daerah-daerah yang berhawa dingin. Bahan tersebut diperlukan sebagai bumbu makanan atau ramuan obat, karena banyak mengandung bahan pemanas. Rempah-rempah itu berupa cengkih, pala, kayu manusia, lada.


Pada mulanya daerah ternate menghasilkan cengkih yang merupakan hasil hutan. Permintaan yang makin banyak, mendorong orang mengusahakan cengkih sebagai perkebunan. Diantaranya di Seram, Buru, Ambon yang mempunyai lebih banyak tenaga manusia dari pada di Ternate. Pala dan kayu manis telah banyak di usahakan di Banda, sedangkan lada banyak dihasilkan di Sumatra terutama daerah Aceh dan Lampung. Produksi dari Indonesia Timur itulah yang banyak diangkut oleh pedagang-pedagang Jawa Timur ke Indonesia Barat, untuk seterusnya dibawa ke India.


Setelah terjadi Perang Salib abad 12 – 13 di Timur Tengah, hubungan perdagangan antara Asia dengan Eropa makin ramai. Karena, bangsa barat makin banyak mengenal hasil dari Timur yang diperlukannya. Jalur perdagangan dari Italia – Mesir – Laut Arab – India merupakan jalur tengah. Lebih-lebih setelah jalur utara yang melalui Persia – Pantai Turki dikuasai oleh bangsa Mongol, jalur tengah melalui India – Arab – Mesir – Italia makin ramai.


Sementara itu di India terjadi perubahan besar. Kerajaan Afganistan di bawah Mahmud Ghazna yang telah beragama islam berhasil merebut Punjab daerah Pakistan Utara tahun 1000 – 1026. Muhammad Ghori menguasai hampir seluruh daerah Hindustan, yaitu daerah antara pegunungan Vindya dengan Pegunungan Himalaya yang merupakan lembah Sungai Sindu dan Gangga yang subur. Jadi dari Punjab, Gujarat, Bihar sampai Benggala. Walaupun dinasti islam berganti-ganti tetapi kekuasaannya atas anak benua India itu berlangsung hampir 9 abad (abad 11 – 19). Beberapa pusat perdagangan seperti Gujarat, Bangladesh (Benggala Timur) merupakan daerah kekuasaan islam. Pada waktu itu kekuasaan Hindu di sebelah selatan pegunungan Vindya seperti Kalinga, Chalukya, Pallawa, Cola, Pandya, dan Kerala.

0

Posting Komentar

Site Info

Free PageRank Checker