Jaman Penjajahan Bangsa Barat di Asia




Bangsa barat makin banyak mengenal Asia, baik dari pedagang-pedagang maupun dari musafir seperti Marco Polo. Kedatangan bangsa barat di Timur Tengah dalam Perang Salib (abad 12-13) menyebabkan mereka makin mengenal dunia Timur. Hasil perkebunan Indonesia yang banyak diperlukan oleh bangsa Barat adalah rempah-rempah. Karena jarak yang di tempuh sangat jauh dan besarnya resiko di jalan menyebabkan bahan-bahan itu sangat mahal. Sehingga timbul istilah “semahal merica” untuk menebutkan harga barang yang mahal.


Sejak abad 8 – 15 daerah Spanyol dan Portugis dikuasai Islam. Kedua bangsa itu berusaha merebut negerinya dari kekuasaan Islam dengan semangat yang disebut “reconquesta”, artinya merebut kembali. Disamping itu bangsa Portugis juga berusaha memerangi Islam di Afrika sambil menyiarkan agama katolik. Dibawah Pangeran Don Henrique yang digelari Hendri Pelaut, bangsa Portugis dapat menguasai Ceuta di Afrika (1415). Sementara itu bangsa Turki di bawah Sultan Muhamad II berhasil merebut ibu kota Constantinopel (1453) dan menjadikan gereja Aya Sopia menjadi masjid. Bangsa Turki juga menguasai daerah Timur Tengah yang merupakan jalan dagang antara Asia, Eropa, sehingga keperluan bangsa barat akan rempah- rempah menjadi sulit.



Dalam usaha penjajahannya menyusuri pantai barat Afrika bangsa Portugis sampai jauh ke selatan. Menjelang sampai di ujung selatan benua rombongan yang dipimpin oleh Bartholomeuz Diaz diamuk topan, tetapi dapat menyelamatkan diri di tanjung yang di beri nama Tanjung Topan (1486-1487). Kemudian nama itu diubah menjadi Tanjung Harapan, karena dari tanjung itu timbul harapan untuk sampai di India. Pelayaran berikutnya dipimpin oleh Vasco da Gama yang setelah melalui Tanjung harapan sampai si Samudra India dan dengan petunjuk seorang Arab yang dibayar mahal dapat sampai Kalikut di pantai barat India (1498).



Pada tahun 1492 bangsa Spanyol di bawah Ratu Isabella dari Arragon berhasil merebut benteng Islam terakhir di kota Granada. Masjid di kota itu diubah menjadi gereja. Kemenangan tersebut menyebabkan Chritoforo Columbus memperoleh hadiah kapal agar dapat melanjutkan perjuangan melawan Islam dan sampai ke India lewat barat. Kiranya ia sampai di kepulauan Bahama di Amerika Tengah dan penduduknya di beri nama Indian karena daerah itu pada mulanya di kira India (1492).


Untuk menghindari persaingan antara Portugis dengan Spanyol, diadakan Perjanjian Tordesillas yang mendapat restu Paus Alexander VI (1494). Dalam perjanjian tersebut ditetapkan bahwa dunia dibagi dua dengan kepulauan Verdi sebagai batas barat, bangsa Portugis di sebelah timur dan Spanyol di sebelah barat. Batas timur tidak jelas dapat diketahui karena belum pernah ada bangsa barat sampai di situ.



Jalan laut ke Timur sangat dirahasiakan oleh bangsa Portugis selama hamper seabad barat lain seperti Perancis, Belanda, Inggris cukup puas sebagai pembeli rempah-rempah dari pelabuhan Lissabon. Setelah Portugal digabungkan ke Spanyol (1580), bangsa Belanda yang bermusuhan dengan Spanyol tidak diizinkan lagi membeli rempah-rempah dari Lissabon (1585). Perang Belanda melawan Spanyol-Portugis itu terkenal sebagai Perang Kemerdekaan Belanda atau Perang 80 Tahun (1568-1648) yang juga melatar belakangi peperangan mereka di Asia.


Terbentuknya Negara-negara nasional di Eropa mendorong masing-masing Negara melindungi ekonominya dengan melaksanakan “merkantilisme”. Bangsa Perancis dengan perusahaan dagangnya Compagnie des Indes, Belanda dengan Verenigde Oost-Indische Compagnie (VOC), Inggris dengan East Indian Company (EIC) mengadakan perdagangan langsung dengan Asia. Bangsa-bangsa ini mengutamakan perdaganganny, bukannya menyebarkan agama seperti bangsa Portugis atau Spanyol. Karena itu kegiatannya lebih terarah dan tidak terlalu mendapat tangtangan keras dari Negara-negara Islam. Didorong oleh keinginan mendapat keuntungan banyak, antara bangsa Barat itu terjadi saingan yang kadang-kadang meningkat menjadi peperangan. Di Indonesia misalnya antara Belanda melawan Portugis, antara Belanda melawan Inggirs, Inggris melawan Perencis.


Bangsa belanda pun ikut pula membagi dunia menjadi dua. Daerah sebelah timur Tanjung Harapan diberikan kepada Perserikatan Kumpeni India Timur (VOC), sedangkan daerah sebelah barat kepada Perserikatan Kumpeni India Barat (WIC). Masing-masing memperoleh monopoli dagang menurut bangsa Belanda. Inggris juga membagi dunia menurut kepentingannya sendiri. Dengan demikian masing-masing bangsa Barat merasa memiliki dunia kita ini dan boleh membagi-bagi menurut kepentingannya.

0

Posting Komentar

Site Info

Free PageRank Checker