Kerajaan Mataram



Kerajaan mataram terletak di Jawa Tengah, daerah intinya yang disebut Bhumi Mataram terletak dibagian selatan. Daerah itu dikelilingi oleh pegunungan dan gunung-gunung seperti Pegunungan Serayu, Gunung Prau, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Ungaran, Gunung Merbabu, Gunung Merapi, Pegunungan Kendeng, Gunung Lawu , Pegunungan Sewu atau Kidul. Tengah banyak mengalir sungai, diantaranya yang besar adalah Bogowonto, Progo, Elo dan yang terbesar Begawan Solo. Karena itu, daerah yang merupakan lingkungan tertutup itu merupakan daerah suburjaman dahulu. Kesuburan tanah memudahkan pertambahan penduduk, sehingga Man Power daerah itu cukup besar, yang merupakan kekuatan utama bagi Negara darat.

Sebelah selatan Bhumi Mataram memang terdapat Lautan Indonesia, tetapi lautan itu sulit dilayari. Pelayaran dan perdagangan dilakukan melalui pantai utara Jawa yang agak jauh dari Bhumi Mataram. Karena itu, pencarian utama Mataram adalah pertanian, sedangkan perdagangan kurang mendapat perhatian.

Bhumi Mataram diperintahkan oleh dua wangsa atau dinasti. Wangsa Sanjaya yang beragama Hindu khususnya Siwa dan Wangsa Syailendra yang beragama Budha. Dalam soal pembuatan candi agaknya kedua wangsa itu masih dapat kerja sama, tetapi dalam politik terjadi perebutan kekuasaan. Wangsa Sanjaya mungkin berasal dari Jawa Tengah, prasasti-prasastinya dalam bahasa Sansekerta atau Jawa Kuna. Sedangkan wangsa Syailendra yang berarti “keluarga dari gunung” mungkin sekali dari Sriwijaya. Hal itu nyata dari persamaan agamanya yaitu budha. Dan Balaputra Dewa menyingkir dari Jawa Tengah ke Sriwijaya yang waktu itu telah bernama Suwarnadwipa. Beberapa prasastinya telah mempergunakan bahasa Melayu Kuna.

Pada mulanya yang berkuasa di Mataram adalah wangsa Sanjaya. Prasasti Canggal di G. Wukir berangka tahun 732 M menyebutkan bahwa raja Sanjaya mendirikan sebuah lingga (lambing siwa) di daerah Kunjarakunya yang terletak di Yawadwipa yang kaya akan hasil bumi terutama padi dan emas. Pada mulanya yang memerintah, ialah Sanna, setelah ia wafat diganti oleh Sanjaya yang merupakan wangsa dan ahli dalam kitab suci serta keprajuritan. Ia menaklukan daerah sekitarnya dan menciptakan kemakmuran. Cerita Prahyangan yang merupakan buku sejarah Pasundan menyebutkan bahwa Sanjaya menaklukan Jawa Barat, Jawa Timur sampai Bali. Malahan Melayu dan Kaling dengan rajanya Sang Sriwijaya pun diperangi. Perluasan daerah itu kiranya merupakan bahaya bagi Sriwijaya.

Prasasti Dinoyo di Jawa Timur tahun 760 M menyebutkan adanya Raja Gajayana yang mendirikan sebuah tempat pemujaan untuk Dewa Agastya (perwujudan Siwa sebagai mahaguru) yang diujudkan juga dalam bentuk lingga. Bangunan kunanya berupa Candi Badut yang berlanggam candi Jawa Tengah. Ada pendapat yang mengatakan Gajayana adalah kiyen dari Kalinga yang menyingkir ke Jawa Timur akibat serangan Sriwijaya.
Kemudian Prasasti Kalasan tahun 778 M menyebutkan bahwa seorang mustika keluarga Syailendra berhasil embujuk Panangkaran untuk mendirikan bangunan suci Dewi Tara (istri Budha) dan sebuah biara untuk para pendeta. Penangkaran menghadiahkan desa Kalasan kepada Sanggha, yaitu organisasi dalam agama Budha. Dalam Prasasti Balitung tahun 907 M disebutkan nama keluarga raja-raja keturunan Sanjaya memuat antara lain Panangkaran. Sehinga dieroleh kesimpulan bahwa waktu itu wangsa Syailendra dan Sanjaya sama-sama berperan di Jawa Tengah. Mungkin wangsa Sanjaya dibagian Utara mengingat dibagian ini banyak terdapat candi Hindu seperti Gedong Songo di Ungaran, Candi Dieng didataran tinggi Dieng. Sedangkan wangsa Syailendra di bagian Selatan yang terbukti banyak candi Budha seperti Kalasan, Borobudur, Mendut.

Dalam Prasati Kelurak (daerah Prambanan) tahun 782 disebutkan tentang pembuatan arca Manjusri merupakan perwujudan Budha, Dharma dan Sanggha yang dapat disamakan dengan Brahma, Wisnu dan Mahaewara (Siwa). Mungkin sekali bangunan sucinya adalah candi Lumbung yang letaknya disebelah Utara Prambanan. Rajanya yang memerintah waktu itu adalah Indra. Seorang pengganti Indra yang terkenal adalah Samarotungga yang dalam masa pemerintahannya didirikan candi Budha yang terbesar yaitu Borobudur 824

0

Posting Komentar

Site Info

Free PageRank Checker