Dinamika Bermain Facebook




Dulu saat saya masih duduk dibangku SMK kelas 3 tepatnya tahun 2009, Situs yang bernama Facebook belum begitu terkenal, seperti sekarang ini bahkan fungsi dari Facebook itu sendiri saya tidak begitu mengerti. Perkembangan Teknologi yang begitu cepat membuat orang-orang yang tidak paham akan hal ini mencoba mencari tau.

Hal demikian berdampak sangat luar biasa terhadap aspek pergaulan anak muda sekarang, bahkan kaum dewasa pun turut ambil bagian. "Zaman Memang akan selalu berkembang" mungkin itu merupakan ungkapan yang cocok untuk menggambarkan keadaan sekarang.

Facebook yang merupakan sebuah situs pertemanan yang begitu populer saat ini merupakan salah satu contoh pesatnya perkembangan teknlogi saat ini banyak orang berbondong-bondong untuk pergi ke warnet ataupun membuka situs tersebut melalui handphone seluler sekedar untuk memberi komentar, status, dll. Banyak dari kalangan remaja yang fanatik sekali dengan situs ini tak jarang setiap hari waktunya dihabiskan untuk bermain Facebook. Tidak bisa dipungkiri bahwa Facebook begitu mengasyikan membuat orang nyaman untuk berlama-lama bermain facebook.

Hal demikian tentunya memberi dampak yang tidak baik terlebih bagi seorang pelajar. Indonesia merupakan salah satu pengguna Facebook terbanyak didunia tentunya akan banyak sekali dinamika kehidupan yang di timbulkan karena bermain Facebook

Sebagai salah satu contoh yang beredar sekarang ini dan sedang menjadi hot news diberbagai media informasi. seperti yang dikutip "Liputan 6"

Liputan6.com, Surabaya: Hery Prasetyo dan Agus Awaludin tak berdaya. Dua pemuda warga Surabaya, Jawa Timur, itu terpaksa berurusan dengan polisi, baru-baru ini. Mereka kedapatan menjual sejumlah gadis kepada lelaki hidung belang melalui jejaring sosial Facebook.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Asem Rowo Surabaya AKP Nafan, modus yang dilakukan tersangka memasang foto dan menawarkan para gadis di akun Facebook-nya. Jika harga cocok, maka mereka akan mengantar para gadis itu kepada para lelaki hidung belang.

"Namun, mereka hanya mengaku sebagai kurir. Sedangkan mucikari sebenarnya masih kami cari," ujar AKP Nafan.

Di depan polisi, Hery Prasetyo mengaku sudah dua tahun ikut dengan JN, sang mucikari yang kini masih buron. Untuk seorang gadis, biasa mereka pasarkan dengan harga antara Rp 500 ribu hingga Rp 800 ribu. "Dari harga itu, saya hanya mendapat seratus sampai 150 ribu (rupiah-red)," kata Hery.

AKP Nafan mengungkapkan, kedua tersangka ditangkap di sebuah hotel berbintang di kawasan Ngagel Surabaya saat hendak bertransaksi. Dalam kesempatan itu, polisi juga mengamankan tiga korban, yakni SEP, DE, dan Wk, semuanya warga Surabaya. Dari tangan tersangka, polisi menyita uang tunai Rp 1,5 juta dan telepon genggam.

Untuk keperluan penyelidikan, polisi masih mendalami keterangan para tersangka dan saksi. Polisi juga masih memburu Jn yang disebut-sebut sebagai mucikari oleh para tersangka.(ULF)

Sungguh Ironis memang namun begitulah realita yang perlu kita ketahui, alangkah baiknya sebagai pengguna Facebook kita lebih bisa membatasi dan memanfatkan jejaring sosial ini.Dengan demikian maka hal-hal seperti ini tidak lagi terjadi.

Facebook adalah sebuah kebutuhan sosial yang perlu di penuhi secara baik mengenal kehidupan orang lain dan berinteraksi sosial dengan segala aktivitasnya. Tentunya ini akan bernilai Edukasi yang baik jika dimanfaatkan secara baik.

Semoga Tulisan yang jauh dari kata sempurna ini bisa memberikan sebuah manfaat !!!
Terima kasih silahkan berikan komentar

0

Posting Komentar

Site Info

Free PageRank Checker