Sudan selatan Proklamasikan negaranya

Sorak sorai warga Juba menyambut proklamasi kemerdekaan Negara barunya Sudan selatan. Sudah lima dekade konflik akhirnya Sudan selatan resmi melepaskan diri dari Sudan utara dan ini adalah Negara ke 193 yang diakui PBB.

Kegembiraan nampak terlihat di wajah mereka, sorak sorai, bunyi lonceng, perasaan yang penuh suka cita berbaur menjadi satu. Jum’at tengah malam kota Juba yang sekaligus menjadi ibu kota Sudan selatan ramai dengan kumpulan-kumpulan orang yang merayakan perayaan ini. Ribuan orang berkumpul merayakan perayaan proklamasi Sudan selatan.

Pada hari sabtu upcara militer dilakukan. Parade militer, berdoa, menaikan bendera republik yang baru diproklamasikan dan Salva Kiir sebagai presiden pertama negara itu menandatangani konstitusi transisi.





Presiden Sudan Utara Omar Hassan Al-Bashir mengungkapkan bahwa pihaknya tidak akan membahas hal-hal yang sensitive untuk sekarang, Omar Hassan Al-Bashir menyambut baik kemerdekaan sudan selatan Presiden Omar Hassan Al-Bashir menambahkan bahwa yang terpenting saat ini adalah menentukan batas wilayah dan bagaimana menangani pendapatan minyak dari kedua Negara tersebut.

Di Khartum, Presiden Omar Hassan Al-Bashir mengatakan kepada wartawan dia akan menghadiri perayaan ini di kemudian hari di Juba. Omar Hassan Al- Bashir mengatakan “Saya ingin menekankan….kesiapan kita untuk bekerja sama dengan saudara kita di selatan. Kami akan membantu mereka mengatur Negara mereka sehingga, Insyaallah Negara ini akan stabil dan berkembang”.

Dewan Keamanan PBB pada Jumat menyetujui sebuah resolusi menciptakan misi PBB di Sudan Selatan yang akan mencakup 7.000 pasukan penjaga perdamaian dan 900 warga sipil bertugas dengan membantu bangsa yang masih muda.

Kemerdekaan Sudan Selatan datang tepat enam bulan setelah referendum yang melihat selatan suara hampir bulat untuk berpisah dengan mantan musuh perang saudara mereka di utara.

Selama beberapa dekade, sampai perjanjian perdamaian ditandatangani pada tahun 2005, pemberontak selatan terlibat dua perang dengan pemerintah utara berturut-turut untuk otonomi yang lebih besar dan pengakuan, konflik yang meninggalkan wilayah dalam reruntuhan dan jutaan orang mati.

0

Posting Komentar

Site Info

Free PageRank Checker